Jumat, 07 Februari 2014

Budaya Jepang untuk Menolak Sesuatu

japanese-say-no

Bangsa Jepang sangat mementingkan keharmonisan hubungan antarmanusia. Untuk itu kita berusaha menghindari cara penolakan yang tegas karena dapat mempengaruhi hubungan baik selama ini.

Misalnya, ketika ditawari makanan yang tidak kita sukai, maka pertama-tama kita harus memperlihatkan penghargaan atas tawaran tersebut dengan mengucapkan Arigatou gozaimasu yang artinya “terima kasih”, lalu setelah itu barulah kata penolakan yang sifatnya mengelak; Chotto…, artinya “nggg….”. Kata chotto ini berguna sekali karena bisa dipakai untuk memanggil orang, dan juga bisa dipakai untuk menolak. Ungkapan yang tidak langsung ini sering dipakai dalam dunia bisnis.

Ungkapan-ungkapan halus seringkali digunakan dalam dunia bisnis. Sebuah ungkapan yang sering dipakai untuk menolak suatu kesepakatan bisnis dengan klien adalah Kentou shitemimasu. Meskipun Kentou shitemimasu pada dasarnya berarti “Saya akan pertimbangkan,” ungkapan ini bernuansa “Tolong jangan berharap jawaban positif.”


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHO996oW6vn0oeStB45m55bAcxrWdNRWeNaf-vrUM8-1nU96QgJRIq3JYR_FuKdN60tynsQCfWphrgaxchl3ga0RmQiUKolWcTG6OMvtnhE3-y2goYQiQH4C5J_B0_VzNVKOBZt5aiRtM/s1600/Ojigi.jpg

1 komentar:

  1. bagus sekali ya, tidak langsung menolak tapi berterimakakasih dulu baru menolak pemberiannya.

    BalasHapus